Interview w/ GUNBLASTING

Gunblasting

Gunblasting

Gunblasting rocks! Sayangnya masih sedikit orang yang notice akan mereka. So, simak wawancara kami dengan kolektif math-core ini jelang dirilisnya album Memoar.

01. Tolong perkenalkan diri kalian masing-masing kepada para pembaca; siapa dan instrumen apa yang dimainkan…

Pranadipa Karendra (gitar)
Syafriadi (vocal)
Apink (bass)
Gegi (gitar)
Sony (drum)

02. Mengapa scene chaotic-hardcore / mathcore / progressive-hardcore di Bandung tidak pernah sampai sebesar scene death-metal ataupun scene mosh-hardcore? Padahal selain A.L.I.C.E khan juga ada Caravan Of Anaconda, Garpitus (sekarang berganti nama menjadi Fix Me Icarus), 123SYF, Megamaut dan kalian…

Prana: Penikmatnya juga sedikit dibandingkan scene yang lain, tapi sekarang udah mulai banyak kok penikmatnya, ya semoga aja bisa merangkak berkembang.

Syaf: Aduuuh untuk yg ini bingung jawabnya. Hehe.

Apink: Kalo dibilang hadkor kaki lima, aih kayaknya bakal banyak yg suka. Hahaha.

Gegi: Selama genre tersebut bisa buat eargasm, apapun itu ok ok aja.

Sony: Sudah saatnya memperkenalkan Memoar.

03. Apa yang kalian tawarkan kepada para pendengar di materi-materi baru Gunblasting yang nanti bakal dimasukkan ke dalam album Memoar?

Prana: Untuk album Memoar gak ada yg beda secara signifikan sebenernya, paling mungkin sedikit ada tambahan thrash.

Syaf: Mudah2x-an bisa lebif fresh sesegar es cendol Elisabeth.

Apink: Enerjik.

Gegi: Easy, hard, mudah dicerna. Sisanya cepattttt.

Sony: Mari kita berhitung di album Memoar.

04. Akankah kalian bakal melakukan tur pasca perilisan album Memoar nanti?

Prana: Hahahaha.. Nah kalo masalah ini kita masih bergantung sama yang ngundang kali ya.

Syaf: Tour merupakan bagian dari promosi album, saya pribadi pengennya ada tour untuk Memoar.

Apink: Klo ada kesempatan sih dengan senang hati tidak akan menolak. Hehe.

Gegi: Selama blom dicekal.. Berangkattt. Hehe.

Sony: Saya sih ikutan aja.

05. Menurut kalian, film apa yang paling tepat soundtrack atau scoring-nya diisi oleh Gunblasting?

Prana: Film naon nya? Yamakasi (2001) meureun. Hahaha… Teuing.

Syaf: Saya belum pernah berekspektasi sejauh itu.

Apink: The New Kamen Rider. Hahaha.

Gegi: Noktah Merah Perkawinan series.

Sony: Larva (2005).

06. Saran buat para pendengar kalian nih; hal apa yang harus ada ketika mendengarkan musik Gunblasting?

Prana : Yang harus ada, kopi, rokok, dan pagi hari ketika akan gosok gigi.

Syaf: Saat di kamar mandi.

Apink: Bangun tidur sebelum mandi.

Gegi: Dengar kami saat sedang ada mata kuliah Psikologi Komunikasi.

Sony: Sesudah tunangan, sebelum masuk resepsi pernikahan.

07. Lagi dengerin album apa aja nih kalian akhir-akhir ini?…

Prana: Saya pribadi lagi dengerin:
/rifThe Best Of /rif (2004)
SSSLOTHHH
The Broderick
Project Wyze
Everytime I Die
Itu aja paling…

Syaf:
Every Time I DieEx Lives (2012)
MastodonThe Hunter (2011)
Gregory And The Hawk
Rusa Militan
ClutchEarth Rocker (2013)
ClutchBlast Tyrant (2004)

Apink:
GallowsDeath Is Birth EP (2011)
ClutchEarth Rocker (2013)
BaronessYellows & Green (2012)

Gegi:
Every Time I DieEx Lives (2012)
Every Time I DieNew Junk Aesthetic (2009)
The Black Dahlia MurderEverblack (2013)
KEN ModeEntrench (2013)
Blackhole
ConvergeAll We Love We Leave Behind (2012)

Sony:
Periphery
Kvelertak
Textures
Meshuggah

Advertisements

About wrrecordings
Independent record label from Jakarta, Indonesia.

One Response to Interview w/ GUNBLASTING

  1. imaneuy says:

    Garang dan vnyv!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: