Wawancara dengan ROMAN CATHOLIC SKULLS

RCS

RCS

Wawancara dengan Roman Catholic Skulls terkait album kedua mereka, Gospels, yang nanti akan dirilis oleh Wasted Rockers Recordings.

1. Apa yang Roman Catholic Skulls (RCS) tawarkan kepada para pendengar di Gospels?

Marcel: Suatu narasi yang eksploratif – Koleksi lagu yang cocok untuk dinikmati sebagai sebuah “album” dalam arti sebenarnya; dari depan sampai belakang tanpa jeda. Pengalaman yang indah, megah, mencekam, mengharukan, yang semoga dapat menawarkan sesuatu yang selalu baru setiap kali diputar ulang.

Danif: Secara musikal mungkin ada suatu konsep atau atau aturan yang secara tidak sadar kita pegang banget. Berbeda dengan dengan album pertama kami yang benar-benar bebas dan tiap track punya style yang beda2x, di sini secara gak langsung kita mencipatakan suatu kesatuan utuh secara sound. So, seperti yang sudah dijelaskan Marcel, Gospels adalah suatu sound experience yang berlangsung secara terus menerus tanpa jeda.

2. Apa yang menginspirasi RCS untuk membuat album bertemakan “gospel”?

Marcel: Sebenarnya lebih ke sound Organ Gereja yang menjadi benang merah di album ini. Tidak ada arti spiritual, apalagi relijius, dari judul ataupun nama band. Lagi-lagi secara naratif, seperti sebuah gospel reliji, lagu-lagu ini menawarkan sebuah narasi emosional sendiri yang bisa fiktif ataupun tidak, dan bisa diterima ataupun tidak – Yang pasti memberikan sebuah emosi yang pasti terbawa ketika selesai mendengarnya. Tidak mungkin mendengarkan album ini dari depan sampai belakang tanpa terasa “lelah” “dan “kenyang” seperti seorang turis yang memasuki lokasi-lokasi spiritual di negara-negara nun-jauh dari tempat mereka berasal. “Sesuatu” pasti terbawa pulang.

Danif: Kata Gospels sendiri sebenarnya adalah hal paling terakhir yang gw pikirkan. Gw lebih banyak fokus mencari tone dan atmosphere. Seperti yang tadi gw jelaskan di pertanyaan sebelumnya, secara gak langsung ada sebuah konsep yang akhirnya men-set pattern kita dalam membuat album ini. Mungkin sound Organ Gereja itu adalah sumber-nya. Karena dominan dan masuk ke kepala banget akhirnya secara gak sadar itu jadi acuan kita. Dari situ kita banyak menyisipkan layer2x lain yang sekiranya cocok untuk mendukung mood tersebut.

3. Pada awal RCS terbentuk tahun 2011, kalian bilang kalau proyek ini tidak akan serius, tapi nyatanya kalian akan merilis album kedua. Apakah ini tanda bahwa RCS beralih menjadi proyek serius?

Marcel: Mungkin “tidak serius” dalam arti kita tidak memiliki rencana untuk berproses seperti sebuah working band yang harus berpromosi, bermain live, dan melakukan hal-hal lain yang dilakukan band pada umumnya. Fokus kami hanya di eksplorasi suara dan jiwa satu sama lain untuk melihat karya apa yang keluar dari situ. Di bagian eksplorasi musikal itu, RCS sangat serius.

Danif: Arti “tidak serius” di sini mungkin lebih karena kita tidak ingin terbebani oleh target-target tertentu sebagaimana sebuah band dalam bisnis musik. Tentu saja kebutuhan berpromosi tetaplah penting, tapi tidak dalam konteks yang ambisius. Gw lebih menganggap RCS sebagai playground, di mana gw bisa bebas banget melakukan apa aja. Dan gak ada target bahwa RCS harus bisa begini or begitu. Mengalir apa adanya saja. Klo misalkan ada ide-ide baru, kita rembukan dan misalkan ok, ya kita jalani.

4. Sebelumnya reaksi dari penggemar kalian masing-masing terhadap RCS gimana sih?

Marcel: Cukup mengejutkan, apalagi dulunya kita hanya berencana mengeluarkan album unduh gratis versi digital. Tapi dari skena musik luar maupun dalam, ternyata sangat banyak orang-orang yang haus akan musik yang lebih dari sekedar 3 minute pop songs (meskipun tidak ada yang salah dari itu).

Danif: Respon penggemar cukup menyenangkan termasuk di berbagai media. Hanya saja gw agak risih dengan terminologi-terminologi experimental, noise, drone dll. yang biasa selalu diasosiasikan orang2x ketika mendengar musik ini di Indonesia. Sebenarnya gak salah, cuma mungkin kosa-kata media2 musik di Indonesia masing sangat terbatas. Sehingga klo ada sesuatu yang susah dideskripsikan secara musikal langsung disebut eksperimental. Padahal gw gak anggap RCS sebagai musik eksperimental karena segala detail suara yang ada di album ini benar-benar kita craft and design on purpose. Tidak ada unsur2x accidental seperti yang biasa terjadi di musik eksperimental.

5. Apakah ada kemungkinan RCS bakal tampil live?

Marcel: Kami sudah membicarakannya, tapi belum ada rencana serius. Pelan-pelan dulu. Untuk sekarang, kami masih harus lebih sering main live untuk satu sama lain dulu.

Danif: Gw sempat bercanda ke Marcel bahwa gw memperlakukan RCS ini seperti Daft Punk. Semacam duo electronics tapi lebih ke Soundscape. Gw lebih melihat-nya seperti itu. Mungkin dalam proses-nya bisa ada kolaborasi dengan live musician. Klo emang ada kesempatan buat live memang pasti bakal menyenangkan banget. Hanya saja sekarang kita lagi nge-riset mengenai teknis yang enak buat mengaplikasikan musik kita secara live. Yang jelas gw lagi coba banyak belajar dari band ULVER. Mereka awalnya khan Black-Metal. Cuma semakin ke sini semakin aneh, dan semakin mengarah ke elektronik. Dan itu juga mempengaruhi setup dari live performance mereka. Yang dulunya full-gitar, bass dan drum sekarang jadi banyak menggunakan sequencer.

6. List album / buku / film yang kalian sedang intens lahap akhir-akhir ini..

Marcel: Terakhir saya hanya sempat membaca novel World War Z dan beberapa komik Marvel era 90-an awal yang baru dipindahkan dari rumah orang tua ke tempat saya. Tidak ada yang begitu berat. Untuk film, saya sedang menggemari serial Axe Cop, DVD Millenium yang belum selesai-selesai, Breaking Bad, dan film terakhir Dragon Ball Z.

Danif: Saat ini lagi banyak baca buku maupun tulisan yang berhubungan dengan warfare technology dan modern surveillance. Lagi banyak nge-riset ke topik-topik ini karena selain untuk urusan pekerjaan, gw juga terobsesi banget sama hal-hal seperti ini. Untuk buku sekarang lagi baca Wired For War.

Advertisements

About wrrecordings
Independent record label from Jakarta, Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: