Wawancara Dengan RAMAYANA SOUL

Ramayana Soul

Ramayana Soul

01. Kapan Ramayana Soul terbentuk?

Angga: Sekira tahun 2010. Kalau line-up band terbentuknya tahun 2012.

02. Cikal bakalnya Ramayana Soul sejak kapan sih?

Angga: Tahun 2006, pas gw mulai ngerjainnya secara solo.

03. Waktu itu (2006) ud manggung2x ato baru rekaman2x doang?

Angga: Baru rekam2x lagu doang.

04. Kalau lagu2x Ramayana Soul yang di Soundcloud itu direkamnya kpn?

Angga: Rata2x sekira tahun 2007-an.

05. Latar belakang loe mulai memainkan instrumen2x musik India dan Timur Tengah tuh gmn?

Angga: Awalnya ketika gw ngerasa gak “rock n roll” dan akhirnya gw lebih milih musik yang pas dengan diri gw saat ini.

06. Ramayana Soul bisa disebut sebagai proyek musik spiritual gak sih?

Angga: Klo untuk konsumsi pribadi sih iya.

07. Respon temen2x loe di Pestolaer terhadap proyek loe di Ramayana Soul gimana?

Angga: Mendukung. Fine-fine aja. Gk ada masalah.

08. Lu mulai menggunakan instrumen2x musik India dan Timur Tengah tuh sejak kapan?

Angga: Berangsur2x mulai dari tahun 2007, belajar alat musik, beserta budaya asli bawaannya, serta pemahaman agama untuk diri gw sendiri. Kalau untuk instrumen, semuanya gw pelajarin secara otodidak via YouTube dan internet.

09. Saat ini Instrumen musik India dan Timur Tengah yang lu kuasain ud berapa?

Angga: Gak nguasain bgt sih. Tapi gw ngerti tiga, yakni: sitar, harmonium dan tabla.

10. Bagaimana ceritanya kalian bisa ditarik masuk ke Ramayana Soul? (* menanyakan ke anggota band yang lain)

Ivon: Gw yang paling terakhir gabung, sekitar awal November 2013. Dikenalin Wawan, waktu gw wawancara dia bersama band-nya yg dulu di radio kampus gw. Kemudian nyusul dikenalin ke yg lain. Rekam lagu2x awal utk Ramayana Soul yakni lagu “Jaya Raga Jiwa” dan “Perlahan Terjatuh”.

Bimo: Gw juga salah satu personil awal di band ini. Kurang lebih dari thn 2009.

Irfan: Gw masuk 2013 awal. Diajak juga ma si Wawan. Sblmnya gw ma Wawan dulu juga sempat ngeband bareng, di band tribute Oasis gitu deh.

Wawan: Bisa ditarik di Ramayana Soul sih gw juga gak tau kenapa. Diajak Angga sih, awalnya dia SMS-in gw minta tolong isiin gitar, padahal sebelumnya gw blum kenal gitu ama doi, gw tau dia gitaris band “anu” doang, sama pernah diajakin nonton Ramayana Soul dulu ama si Gobet (Irfan), yaudah abis itu gabung deh..

11. Influence yang lu bawa ke Ramayana Soul apa aja sih?

Ivon: Sebelum kenal Ramayana Soul gw sendiri udah suka dengan musik-musik India sih. Terus gw juga suka George Harrison, Anoushka Shankar, Enya, Enigma.

Angga: Si Ivon untuk pelafalan maupun ucapan bahasa India juga lumayan fasih sih.

Bimo: Untuk drumming gw lebih banyak masukin unsur2x drum yang bernuansa spiritual dan sakral sih. Basic gw sendiri sih lebih ke rock.

Irfan: Gw pribadi suka Frank Sinatra, Johhny Cash, gw juga dengerin NOFX, Rancid, dan musik2x northen soul.

Wawan: Influence yang gw bawa ke Ramayana Soul ya paling kalo dari luarnya: John Frusciante, George Harrison, Oasis, L’Arc-en-Ciel. Kalo dari dalem gw suka bgt Iwan Fals.

Angga: Gw dapat banyak pencerahan dari Ray Charles dan lirik lagu-lagu Ian Brown yang judulnya “Illegal Attacks” dan “My Star”.

12. Oh iya, di album kalian nanti bakal ada lagu-lagu bahasa India gak sih?

Angga: Lebih banyak Bahasa Indonesia. Lebih banyak ngulas kehidupan sehari-hari.

13. Kontribusi kalian untuk penulisan lagu di Ramayana Soul sedalam apa?

Ivon: Gw sih saat ini lebih kasih refrensi untuk ritual2x / mantra / doa sblm manggung.

Bimo: Gw lebih ke aransemen drum sih. Cuz gw pas live maenin drum dan tabla juga.

Irfan: Klo gw kadang juga nyumbang tulisan2x berupa lirik mentah juga ke Angga.

Wawan: Semua berperan sih dalam penulisan lagu. Soalnya gitu, misalnya gw ada materi, terus gw kasih ke anak2x, yaudah diacak2 dah tuh lagu dan kita liat jadinya bakal kaya’ gmana. Hehe..

14. Ada gak pengalaman-pengalaman aneh / gaib / spritual ketika manggung bersama Ramayana Soul?

Wawan: Belom ada sih. Yang gaib2x takut ama Angga. Hahaha..

Angga: Kita bukan band pengundang mahkluk gaib. Hahaha

Irfan dan Bimo: Gak ada.

Ivon: Tapi band ini jg merupakan pengalaman baru buat gua. Karena lirik-liriknya juga lumayan dalam dan jadi pencerahan bagi gua.

15. Background musik loe pada sebelumnya apaan sih?

Ivon: Gw dengerin musik apa aja sih. Tapi utk tiga thn belakangan ini gw lg suka musik2x folk.

Wawan: Background musik gw banyak sih, apaan aja gw dengerin soalnya sampe Korea Jepang gw dngerin haha. 2NE1 keren brai..

16. Lu pada nganggap band ini sebagai apa?

Bimo: Gw nganggap musik band ini ya kaya’ gak jelas gitu. Hahaha

Wawan: Gw nganggep band ini sebagai keluarga.

Irfan: Gw nganggep band ini sih basic-nya ya rock sih.

17. Oh iya, khan selain instrumen musik India dan Timur-Tengah, Ramayana Soul juga pakai instrumen Gamelan. Apakah bisa disebut juga musik kalian sebagai world-music?

Angga: Enggak. Nggak ingin sampai ke sana. Karena kita masih ingin format band sih. Kita cuma pgn bereksperimen saja. 

18. Album-album yg lg kalian dengerin akhir-akhir ini apa aja?

Ivon: Album2x dari The Beatles, Led Zeppelin

Bimo: Gw kebetulan lg jarang dgrin albm musik. Palingan dengerin lagu2x di radio, itu jg gk tau lagu apaan. Hahaha…

Irfan: Gw lg dngerin George Harrison All Things Must Pass (1970), album barunya King Krule, sama In Love (2013) dari Peace.

Wawan: Gw lagi dengerin The Bones of What You Believe (2013) nya Chvrches sama album Heart (1998) nya L’Arc-en-Ciel.

Angga: Dari Ravi Shankar, Ustad Shahid Parvez Khan, Daud Mustafa, Rhoma Irama (awal), sampai ke The Black Keys, Kasabian, Procol Harum, The Doors, Mahavishnu Orchestra dan Electric Light Orchestra.

19. Harapan loe buat eksistensi Ramayana Soul ke depannya?

Ivon: Gw maunya org2x suka Ramayana Soul karena musiknya. Bukan karena imej ataupun hal lainnya.

Bimo: Ya semoga Ramayana Soul bisa memberi kesan-kesan baru buat musik Indonesia.

Irfan: Bisa naik, eksis dan tetap bertahan lah.

Wawan: Harapan gw ya terus berkarya aja ya, jalanin aja prosesnya. Hehe

20. Kalau album kalian sudah rilis, apakah ada niatan tur?

Angga: Mau

Ivon: Mau banget!

Irfan: Gw mau, krn gw suka jalan2x. Hahaha

Wawan: Kalo ada yang ngajak mah mau. Hahaha… Pertanyaan enak.

21. Menurut kalian di lokal ada gak sih band lokal sejenis dengan Ramayana Soul?

Ivon: Mungkin belum ada

Bimo: Idem

Irfan: Sepertinya belum ada

Angga: Ada di salah satu lagu milik Nada Fiksi.

Wawan: band lokal mirip siapa yak?? It’s Different Class mungkin.

22. Arti dari judul album kalian nanti, Sabdatanmantra apaan sih?

Ivon: Kata tersebut terbagi jadi tiga ‘Sabda’, ‘tan’ dan ‘Mantra’. Artinya “Benih Suara”. Filosofinya ya krn kita msh baru, kita ingin memperkenalkan musik kita ke khalayak ramai.

Irfan: Ada tiga unsur sih artinya. Apaan Ngga?

Angga: Di album ini ada tiga unsur: lagu menye-menye, lagu marah-marah, dan lagu tentang mantra/doa/Tuhan.

Wawan: gw gak tau tuh artinya. Haha. Soalnya pas pemilihan pilihan gw beda. Ya gw ambil suara terbanyak aja, demokrasi gitu. Hahaha.

23. Last words buat pembaca dan pendengar Ramayana Soul…

Bimo: Buat yg demen Ramayana, kalo pergi kemana-mana, jgn lupa utk nanya-nanya. Hahaha..

Ivon: Untuk penggemar musik Ramayana Soul tolong jangan menyebut diri mereka dengan istilah yang aneh2x!

Irfan: Buat yg dengerin, semoga suka aja sih.

Angga: Ya semoga albumnya laku aja sih. Hahaha

Wawan: Ya pesan gw buat pendengar dan pembaca, jangan ragu buat dengerin musik dalam negeri, karena musik dalam negeri gak kalah jauh sama di luar.. Sama dukung terus indie lokal sih.

Advertisements

About wrrecordings
Independent record label from Jakarta, Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: