Mataharibisu

Mataharibisu adalah grup musik electronic / experimental asal Jakarta yang terbentuk sejak tahun 2008. Grup ini sudah mengeluarkan cukup banyak rilisan, yang kebanyakan berformat digital.

Band ini memainkan electronic-music yang eklektik; mulai dari trip-hop, indietronica, ambient, nu-gaze, minimal-techno, hingga ke hip-hop.

Bersama dengan Wasted Rockers Recordings, Mataharibisu akan merilis album penuh mereka yang berjudul Elie Sadina.

Kontak:
Twitter
Instagram

Advertisements

To Die

To Die

To Die

To Die adalah salah satu eksponen penting di scene noise / experimental Indonesia.

Band ini berdiri di Yogyakarta pada tahun 1998. Berawal dari band crust-punk, dan terus bertualang dalam memainkan musik. Banyak genre yang mereka geluti, mulai dari: grindcore, noisecore, sludge-metal, free-jazz, power-electronic, drone, hingga ke harsh-noise.

Trio ini sudah banyak melakukan tur dalam dan luar negeri. Diskografi dari To Die pun tercatat sudah hampir 300 buah rilisan!

Bersama dengan Relamati Records, Wasted Rockers Recordings akan merilis split EP, To Die / Serigala Jahanam. Nantikan!

Udanwatu

This slideshow requires JavaScript.

Udanwatu adalah proyek experimental electronic-music dari Adit Bujbunen Al Buse (Serigala Jahanam / Karbala Bukan Fatamorgana / Sabedarah) dengan Halim Budiono (Cranial Incisored / Leftyfish / Hephaestus) yang didirikan pada tahun 2008.

Dalam waktu dekat Wasted Rockers Recordings akan merilis EP terbaru dari Udanwatu. Untuk EP terbarunya ini Udanwatu berkolaborasi dengan Anita Siswanto, vokalis dari Kua Etnika & Sinten Remen (band yang dipimpin oleh Djaduk Ferianto). Mari kita nantikan bersama!

Diskografi:
Various Artists – Maujud: The Soundtrack (Sinapang Masin Rekerdz / Yesnowave, 2008)
Durjana Saya Sempurna (Sinapang Masin Rekerdz, 2011)
Megamix Militia Vol. 3: Udanwatu – Durjana Saya Sempurna (Yesnowave, 2013)

Ledakan Urbanisasi

Ledakan Urbanisasi

Ledakan Urbanisasi

Ledakan Urbanisasi, solois roots-music asal Jakarta. Bersama dengan Wasted Rockers Recordings akan mengeluarkan rilisan dengan proper recording (sebelumnya selalu berkonsep lo-fi). Rilisan terbaru Ledakan Urbanisasi ini akan terasa “megah” dan “mewah” dibanding album-album sebelumnya.

Beberapa konsep demo sudah dibuat untuk rilisan ini. Nantinya akan ada variasi musik seperti: folk, indie, soft-rock, country, rockabilly, psychedelic-pop, sunshine-pop, experimental, hingga ke chamber-pop/baroque-pop.

Diskografi:
Berlayar single-album (InMyRoom, 2010)
Catwoman & Manohara EP (InMyRoom, 2012)
– Various Artist – Eksperimentasi Akustika #2 compilation (Wasted Rockers, 2012)
Pemandangan Band / Ledakan Urbanisasi split-album (InMyRoom, 2013)
Pyratus / Ledakan Urbanisasi split-album (InMyRoom, 2014)
Litotes EP (InMyRoom, 2015)
Kau maxi-single (Wasted Rockers Recordings, 2017)

Janggut Naga

Janggut Naga (ki-ka: Dipo, Galih, Galant & Joe)

Janggut Naga (ki-ka: Dipo, Galih, Galant & Joe)

Janggut Naga adalah sebuah proyek iseng dari Galih / vokal [Deugalih & Folks], Joe / gitar [Terapi Urine / eks Godless Sympthoms / eks Serigala Jahanam], Galant / bass (70s Orgasm Club) & Dipo / drums [Serigala Jahanam / eks MellonYellow] pada tahun 2007.

Karena hanya proyek iseng, band ini hanya merekam dua buah lagu demo, yang direkam live di studio pada tahun 2007. Untuk urusan manggung pun, Janggut Naga hanya manggung sebanyak lima/enam kali, dalam periode tiga tahun eksistensi mereka (2007-2010).

Pertengahan 2015, lima tahun pasca bubarnya Janggut Naga pada tahun 2010, para personil band tersebut memutuskan reuni, untuk merekam ulang lagu-lagu lama mereka, dengan kualitas yang lebih baik, plus menciptakan lagu-lagu baru.

Untuk gaya bermusik, Janggut Naga memainkan gaya 90s bikers-rock / hard-rock / heavy-metal / alternative-metal ala: Monster Magnet, Orange Goblin, Corossion Of Conformity, Slash’s Snakepit, Black Label Society, Alice In Chains & Soundgarden.

Wasted Rockers Recordings berencana untuk merilis EP dari Janggut Naga; berisikan dua buah demo lawas milik mereka yang direkam tahun 2007, dua buah lagu lama tersebut yang telah direkam ulang dengan kualitas lebih baik, dua buah lagu baru, serta foto-foto dokumentasi Janggut Naga selama tiga tahun eksistensi mereka (2007-2010).