Interview w/ SOMNYFERA

Somnyfera

Somnyfera

Promo-interview dengan Bandung’s neo-prog / space-rock, SOMNYFERA, jelang dirilisnya album Paralyensmnyvm!!xx di bawah Wasted Rockers Recordings. Wawancara ini diwakilkan oleh Dika (vokal & gitar), Valchon (bass) & Reza (drums), minus Saat (gitar). Simak.

 01. Apa yang kalian harapkan nanti dari peluncuran album Paralyensomnyvm!!xx?

Reza: Harapan saya album Paralyensmnyvm!!xx dapat diterima & lanjut ke album2 berikutnya..Amiien..

Valchon: Untuk saat ini saya sih cuma berharap klo orang2 tau klo kita itu ada… Hehehehe

Dika: Saya pribadi berharap peluncuran album Paralyensmnyvm!!xx akan menjadi jembatan menuju realisasi album berikutnya. Karena konstruksi album ini tidak akan sempurna tanpa dua album berikutnya. Juga albumnya bisa sampai ke audiens yang lebih luas.

02. Bisa diceritakan proses masuknya personil baru, Saat (gitar)?

Reza: Dikarenakan lagu2 Somnyfera (SF) banyak lapisan-lapisan alunan senar gitar.. Jadi sangat-sangat membutuhkan pemain gitar yg lentik & ciamik.. Hehe

Valchon: Karena memang kita membutuhkan tenaga bantuan, sekitar dua tahun yang lalu kita mengajak dia berbagung

Dika: Prosesnya cukup dramatis, karena kala itu SF membutuhkan teknik melukis gitar di luar ranah imajinasi kami. Kebetulan saudara Valchon ada kenalan bernama Saat di kampusnya, ditawari dan dia menyanggupi dan langsung briefing-an bareng, latihan dan bertualang bareng menuju pusat semesta.

03. Apakah nanti kalian bakal menggelar tur setelah dirilisnya album Paralyensomnyvm!!xx?

Reza: Saya sediri seeh pengen sekali.. Hehe

Valchon: Bakal atau ngganya sih ngga tau, tp klo kepengen sih iya

Dika: Masih belum ada rencana, mungkin melihat respon dari umat manusia, nanti semua bisa dikondisikan.

04. Sebelumnya, bagaimana respon dari pendengar terhadap debut EP kalian Toylet Alyens (2009)?

Reza: Dari teman-teman dekat yg sudah mendengar kan sejauh ini responnya baik.. Gak tau kalau teman-teman jauh di pelosok Ujung Kulon..Hehe

Valchon: Alhamdulillah cukup baik, tp berhubung penyebarannya jg terbatas dan kebanyakan jg temen2, dan musiknya jg, secara roots-nya hampir mirip2, jd belum tau banyak jg testimoni dr sana-sini.

Dika: Mushroom!!xx

05. Mengapa di lirik kalian selalu mengangkat tema-tema sci-fi / fiksi ilmiah?

Reza: Berhubungan dengan filsafat lirik coba tanya ke habib Dika SF..hehe

Valchon: Coba tanya mas Dikei.. hehehe

Dika: Sebetulnya itu sebuah cita-cita yang murung, karena membuat novel sci-fi itu susah, jadi saya tuangkan ide-idenya ke dalam tema lagu-lagu SF. Dan setiap lagu merupakan chapter demi chapter, menuju sebuah bangunan cerita yang hanya saya sendiri yang mengerti. Selain itu tema sci-fi menurut saya justru sangat nyata dan ilmiah, sci-fi merupakan ramalan masa depan dan masa lalu yang futuristik, apabila diresapi dan dijadikan pakaian sehari-hari maka sci-fi akan menjadi buah delima mutiara.

06. Album apa saja yang menjadi soundtrack kalian akhir-akhir ini?

Reza:
Toxic HolocaustEvil Never Dies (2003)
GhostInfestissumam (2013)
Deep PurpleMachine Head (1972)

Valchon:
SepulturaChaos A.D (1993)

Dika: Kira-kira mix dari:
Advantage LucyEcho Park (2005)
My Sound LifeSquare Vision (2012)
Various Artists – OST Naruto (2007)
Syd Barretts/t (1974)
NirvanaNevermind (1991)
King CrimsonLizard (1970)

07. Last word buat para pembaca dan penikmat musik Somnyfera

Reza: Semoga musik SF bisa bermanfaat.. 🙂

Valchon: Semoga musik kami bisa mengenakkan teman2 disana sini.. 🙂

Dika: Mari berburu mutiara!!xx

Advertisements